10 06 2015

Serasa manis sejuknya embun, selagu merdu desirnya angin.
Demikian rasa, datang semasa.

Membisik, mengajak, aku berpantun, mendayung jiwa ke tempat di ingin.

Jika kau datang sekuat raksasa, atau kau menjelma secantik juwita.
Ku sedia hati, akan berbakti.
Dalam tubuh kau berkuasa, dalam dada kau bertahta.

Rindu Dendam, 1934 – Y.E. Tatengkeng

#malampuitik #pujanggabaru

View on Path





I’m Not Given You Up.

19 05 2015

me & adventSayang, I know that I’ve hurt you, and no defense I would say to deny it.

Sayang, I’ve let you down that early morning. My act of ignorance wounded and leave a scar in your heart.

Sayang, there was no intention to hurt you, not then, not now, not ever.

Sayang, I will definitely will give you my all to mend that broken heart.

Sayang, if you say you are nothing, but to me you are the only world that I know.

Sayang, to me you are the new world. A new world where I know I would belong to be.

Sayang, every time we holding hands, we kiss, we see each others eyes; I know that I need you.

Sayang, I need you in my life. I need you to keep me grounded.

Sayang, if you want me to leave, I’m sorry I wouldn’t do that. Because I won’t give up on you. I won’t give up on us.

Sayang, I won’t go. I want to stay as forever as it may be. I have fallen into you. Fallen into your love.

Sayang, what you and I started is simple, and what we both feel is pure.

Sayang, allow me to fix what I have made wrong. Let me kiss and heal that scar.

Sayang, I have nothing to offer to you except my love, my time, and my mind for you

Sayang, give me another chance to proof my love to you. Because I need you in my life, want you in my every days of life.





30 08 2014

Hi Eyang Kakung, Eyang Putri.
I am trully miss you both. I have mixed feeling on my way to see you here.

In a way I was wishing that you two still around to see ur family, and in the otherside I know that both of you are happily united there and see us from above.

And I still cry even after I left the cemetary complex. You are loved and you will always be in my heart, grandma-grandpa. I ❤️you eyangs. Al Fathihah. – at Makam Kranon

View on Path





10 08 2014

Bagian favorite saya dari #ceritaFatmawati.

Merinding karena lirih suara biola disambut seisi auditorium Galeri Indonesia Kaya berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ini namanya bener-bener yg muda yg berkarya. #ceritaFatmawati #IndonesiaKaya – with Arini

View on Path





Memilih: Yang Baik Dari Yang Buruk

11 07 2014

Yuforia Pemilu masih riuh-rendah di Indonesia, bahkan teman-teman sesama WNI di luar negeri pun seakan tak mau kalah, ikut « berpesta » demokrasi, yang katanya paling seru dalam sejarah peta demokrasi di negara ini. Bagaimana tidak, karena 2 kandidat calon presiden Indonesia ini masing-masing memiliki kharisma yang kuat bagi masing-masing simpatisannya.

Saya adalah salah satunya, bukan warga negara yg cukup vocal mendukung salah satu CaPres, saya malah cenderung pasif menyuarakan « suara » saya. Cukup memantau saja, walaupun terkadang sampe membelalakan mata dan mengerenyitkan dahi. Yang jelas, saya sih berpegang pada prinsip ‘Rahasia’, jadi kalau ada yg bertanya: « Pilih siapa Ham? », jawab saya pasti: « Ada deh..Rahasia dong ».

Ini pun termasuk dengan ayah saya yg ‘berkampanye’ tentang capres nya kepada saya, yang kebetulan berbeda dengan pilihan saya. Lama kelamaan saya sampai suatu titik dimana saya bertanya, seberapa yakin ya saya dengan pilihan saya?

Beberapa pekan yang lalu saya punya kesempatan berbincang dengan seorang teman. Tentang bagaimana harusnya kita menyikapi pesta demokrasi. Kami berbincang santai tentang « The What If’s ». Menurut teman saya ini, pemilu kali ini memang berat sekali karena masing-masing sama-sama kuat, visi-misinya, basis simpatisannya, hingga cara berkampanye yang kadang juga membuat saya geleng-geleng kepala.

Inti pembicaraan kami yg bisa saya simpulkan adalah, bahwa kedua capres bukan dewa, masing-masing juga punya kekurangan, begitupun orang-orang dibelakangnya. Pemilu itu baratnya memilih yg baik dari yg buruk, bukan yg terbaik dari yg terbaik. Saya juga pernah skeptis terhadap skema politik di Indonesia, tapi saya percaya masih ada kok orang baik di negeri ini. Orang baik yang percaya hal baik sekecil apa pun dapat mengubah cara pandang kita terhadap dunia. Persis seperti tulisan saya tepat 5 tahun yg lalu, yg di inspirasi oleh kisah pribadi saya, malam sebelum pemilu 5 tahun yg lalu. (Pemilu 2009

Siapapun presidennya, sebanyak apapun « What If’s » yg bisa kita uraikan akan tetap menjadi what if bila kita, khususnya yg masih muda, menginginkan perubahan negara kita kearah yg lebih baik yg dimulai dengan revolusi mental masing-masing indvidu kita dulu.

Teman saya itu juga menambahkan, yang penting adalah siapapun pilihannya, sebisa mungkin cuma ada 1 putaran, karena anggaran negara yg besar itu akan lebih bermanfaat untuk hal lain daripada pemilu 2 putaran. Nah saya setuju sekali dengan yg ini…

 

 





Selalu Ada Sesuatu Untuk Di Syukuri, Terima Kasih Semesta Alam

25 05 2014

Di tengah minggu dapet applause dari Duta Besar Uni Eropa yg baru Olof Skoog utk kontribusi jadi team respon gempa Padang 2009. Dan, tapi yg paling bikin seneng siang ini di datengin ibu-ibu di resepsi ny Ririn cuma bilang « Mas, ibu seneng liat Mas pake kain batik nya »…

Minggu yg berat. Ada cacian, ada angkara; tetapi juga minggu yg penuh acknowledgement walaupun cuma dari Hal yg kecil.

Bukan pahit nya cacian/angkara yg harus diingat. Tapi sedikit pengakuan/pujian yg harusnya diingat.

Selalu harus ingetin diri sendiri lagi dan lagi supaya ga nyimpen marah dan inget2 yg buruk2, tp selalu inget kata2 yg baik. Supaya ga ngeracunin hati katanya. Don’t feed the wolf inside of you.

Sebelum menutup hari. Terima kasih semesta alam. – at Bilik Oranje Toean & Njonja

View on Path





A Lament for Our Beloved Grandma

5 05 2014

Today. This day. 2 years ago.

Eyang Putri, R.Aj. Soemartijah Notodiprodjo.

There’s not without sorrow that we have to see your light dimmed off. That you finally gave up life for a better place. Happily reunited with your beloved ones. Sending our prayers for you, grandma. Al Fatihah.

View on Path